Senin, 04 Maret 2013

tips memilih sendal

Tips Memilih Sandal Cewek yang Cantik dan Nyaman - SANDAL. Benda yang simpel dan sering kita pakai sehari-hari ini ternyata sering juga lho menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, seperti: Ada nggak sih aturan baku mengenai sandal ini? Sebenarnya pantas nggak pakai kaos kaki ketika memakai sandal? Pakai dress dan sandal cocok ga? Ke kantor boleh pakai sandal ga? Dan masih banyak lagi pertanyaan seputar sandal.
Sebenarnya, boleh atau nggak, pantas atau tidak, cocok apa nggak, semuanya tergantung dari model sandal yang kita pilih. Memakai sandal BOLEH BANGET kalau membuat kita merasa nyaman dan ketika kita melakukan aktivitas yang tidak memerlukan perlindungan kaki. Maksudnya gimana? Kalau kita lagi jogging atau berolahraga, sangat tidak disarankan untuk menggunakan sandal karena bisa membuat kaki kita keseleo. Untuk ke kantor dan bertemu calon client juga nggak ada larangan untuk mengenakan sandal (kecuali ada dalam peraturan perusahaan), asal bukan pakai sandal jepit ya!
Sandal sendiri menjadi favorit kita-kita karena mudah digunakan dan dilepas. Coba kalau pakai sepatu, ribet kan? Bahkan di beberapa negara atau kota yang dekat pantai, seperti Denpasar, Bali, memakai sandal udah jadi bagian dari hidup sehari-hari. Selain itu, banyaknya variasi sandal yang ada di toko membuat orang, khususnya wanita, memudahkan kita dalam menemukan jenis sandal yang cocok sesuai kebutuhan.
Sekarang, gimana sih cara memilih sandal yang baik, sandal yang nggak cuma cantik ketika dilihat, tapi nyaman pas digunakan? Pasti teman-teman pernah ngalamin liat sandal yang kelihatannya bagus di toko, harganya murah meriah pula, tapi giliran dipakai buat jalan jauh, langsung buat kaki jadi pegel-pegel deh :p
  • Kenyamanan. Ini merupakan hal yang WAJIB diperhatikan dalam membeli berbagai jenis alas kaki, termasuk sandal. Khususnya ketika membeli sandal berhak tinggi, kita harus mencoba memakainya untuk berjalan bolak-balik sehingga kita dapat mengetahui apakah gampang/susah untuk menjaga keseimbangan tubuh ketika memakai sandal tersebut.
  • Harga. Faktor harga ini merupakan salah satu faktor yang krusial. Saat ini ada banyak sandal branded dengan harga selangit! Kadang-kadang kalau baru gajian, rasanya susah banget menahan diri untuk nggak langsung beli. Memang benar kalau ada harga ada kualitas, tapi tenang aja, teman-teman pasti bisa menemukan sepatu yang sesuai dengan harga yang pas di kantong
     
  • Design/desain sandal. Ayo jawab dengan jujur, apa yang kerap menjadi alasan utama kita untuk membeli sandal baru? Jarang banget kan alasannya karena sandal kita yang lama sudah rusak. Alasan yang lebih sering muncul adalah karena ada desain sandal baru yang kita belum punya. Ayo ngaku  . Desain sandal wajib untuk diperhatikan, apalagi kalau kita mau memakainya ke kantor atau untuk bertemu calon client
  • Kecocokan dengan pakaian yang Anda miliki. Lagi naksir sandal yang bagussss banget??? Nyaman? Harga pas di kantong? Ups, tunggu dulu, jangan buru-buru gosok kartu kredit Anda! Coba ingat-ingat dulu, apakah sandal yang akan kita beli bisa cocok dengan celana jeans favorit kita? Kalau mau dipakai ke pesta, ada nggak baju yang sesuai? Kalau jawabannya nggak, lebih baik menunda belanjanya :p
  • Brand/merk. Anda termasuk fans berat barang-barang bermerk, termasuk juga sandal? Kalau iya, Anda wajib berhati-hati dalam membeli barang, kalau bisa beli langsung di toko retailer-nya, untuk mencegah dapat barang palsu atau KW. Apalagi kalau belanja online, harus sangat jeli dan teliti, soalnya banyak banget barang yang serupa tapi tak sama lho. Satu lagi, selalu belanja dari tempat-tempat yang terpercaya, biar tidak tertipu.
Nggak ribet kan cara memilih sepatu yang cantik dan nyaman? Cukup dengan mengingat kelima poin di atas: kenyamanan, harga, desain sandal, kecocokan dengan pakaian yang kita miliki, brand/merk, sandal yang kita beli pasti:
  • Bisa dipakai
  • Nggak kemahalan
  • Nyaman
  • Bertahan lama

cara meredam amarah

- Puasa secara bahasa berarti menahan diri dari melakukan sesuatu. Namun bagaimana jika kita tanpa sadar tersulut emosi? Bagaimana meredamnya?
Dosen IAIN Antasari Banjarmasin Hj Masyitah Umar mengatakan puasa berarti menahan diri dari segala hal yang membatalkan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat serta beberapa persyaratan tertentu.
Salah satu yang dapat mengurangi nilai puasa, bahkan dapat membatalkannya adalah emosi yang tak terkendali. Tuntunan dalam syari'ah agar emosi dapat dikendalikan antara lain:
1. Segera berwudu, karena dapat menyegarkan anggota badan tertentu dan tentu dengan mengingat Allah. Imam Al-Maraghi menyebutkan orang yang bersuci dengan wudu artinya orang yang bebas dari cacat dan kekurangan baik fisik maupun mental, sehingga seseorang mampu untuk mengendalikan dirinya (ensiklopedi makna Alqurab: 406),
Dengan berwudu semua pancaindra menjadi dingin, termasuk kepala, kedua tangan dan kedua kaki, semunya menjadi bersih dan Allah menyukai orang-orang yang bersih (QS Al-Taubah ayat 108). "Aththahuuru nishful iimaani." Artinya bersuci adalah separuh iman. (Diriwayatkan oleh Tirmizi dan Muslim)
2. Rangkaian dari wudu berikutnya adalah dengan niat dan mengingat Allah. Dengan mengingat Allah, seseorang akan dapat menyadari bahwa dia, misalnya tidak boleh marah, dendam, dengki dan melakukan sesuatu yang dapat merusak puasanya dan lain-lain (Sabda Rasulullah SAW riwayat Bukhari dan Abu Daud): "Ashshiyaamu junnatun, faidzaa kaana ahadukum shaaunan falaa yarfats, walaa yajhal, fainim ruu-un qaa au syaatamahu fak yaqul: innii shaaimun ...., Artinya: Puasa itu merupakan benteng, maka jika salah seorang diantaramu berpuasa, janganlah ia berkata keji dan mencaci maki, seandainya ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencaci makinya hendaklah dikatakannya: saya ini berpuasa ..... Artinya puasa harus mampu mengendalikan diri (emosi), sehingga jiwanya akan tenang.
Perhatikan QS Al-Ra'du 28, berikut: "Alaa bidzikrillahi thathmainnuk quluubu". (QS Al-Ra'du ayat 28). Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
3. Ucapkanlah sebanyak-banyaknya astaghfirullahal adziim (aku mohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung; dan sembari ketika emosi membara kemudian kemudian tertuju kepada lain, upayakan bahwa kita hanya mengingat hal-hal positif dari orang lain tersebut. Maafkanlah dan lupakanlah hal-hal yang buruj yang ada pada orang lain (senantiasa positif thinking) atau berpikir positif.
Dalam Kitab Ihya Ulumuddin Imam Al-Gazhali, bahwa emosi dapat dikendalikan dengan melalui puasa, karena berpuasa dapat melatih kesabaran seseorang. Saba Rasulullah SAW, riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah: "Ashshumu nishfus shabri: "Artinya, puasa adalah separuh kesabaran. Demikian pula QS Al-Zumar ayat 10, bahwa kesabaran akan dapat pahala dari Allah dan dapat mengendalikan emosi.
Jadi menghadapinya; perbanyak istighfar, berwudu, sehingga kita dapat bersabar (menahan atau kendali hati) untuk mengingat Allah.

hikmah tersenyum

Salah satu Sahabat Nabi SAW, Jarir ibn Abdullah al Bajali berkata: “Rasulullah SAW, tidak melihatku, kecuali beliau akan tersenyum”.
Senyuman itu ada beberapa macam dan tingkatan, diantaranya adalah wajah selalu cerah. Yaitu, wajah anda selalu bersinar dan bahagia.
Jika anda seorang guru, dan memasuki kelas menghadapi murid-murid, temuilah mereka dengan wajah ceria.
Ketika memasuki pesawat, dan berjalan di antara tempat duduk, lalu orang lain memperhatikan anda, jadilah orang yang ceria.

Ketika memasuki warung, atau pom bensin saat anda mengulurkan tangan untuk membayar, tersenyumlah.
Kalau anda sedang berada di sebuah majelis, lalu seseorang memsuki ruagan dan dia mengucapkan salam dengan keras, dan melepaskan pandangannya kepada seluruh hadirin, tersenyumlah anda.
Secara umum, senyuman memiliki pengaruh yang sangat besar dalam meredakan kemarahan, keragu-raguan serta kebingungan. Pengaruh ini tidak dimiliki oleh sifat-sifat yang lainnya.
Pahlawan adalah orang yang mampu mengalahkan perasan nya dan selalu tersenyum dalam keadaan paling sulit sekalipun.
Pada suatu hari, Anas ibn Malik r.a. berjalan bersama Nabi SAW, ketika itu Nabi SAW, mengenakan Pakaian dari Najran yang sangat kaku. Mereka disusul oleh seorang Arab Badui. Orang ini berlari di belakang Nabi SAW karena dia ingin mengejar Beliau. Hingga ketika dia sudah berada dekat dengan Nabi, dia menarik selendang Nabi dengan satu hentakan kuat sampai-sampai seendang itu mencekik leher Nabi SAW.
Anas Berkata, “Manakala aku melihat Pundak Rasulullah SAW, guratan selendang itu membekas di sana disebabkan kuatnya tarikan Arab Badui itu”.
Apakah yang diinginkan oleh arab Badui itu?
Apakah karena rumahnya terbakar, dia lalu datang untuk memita bantuan? Ataukah mereka sedang dikepung oleh orang-orang musyrik sehingga datang dalam keadaan takut dan meminta bantuan?
Dengarkan apa yang diinginkan Arab BAdui itu
Dia berkata, “Wahai Muhammad”. Perhatikanlah, Arab Badui ini tidak memanggil beliau dengan panggilan: ya Rasulullah. “berikanlah kepadaku harta Allah yang ada padamu!”.
Rasulullah SAW, lalu menoleh kepadanya dan tersenyum lalu memberinya uang.
Benar beliau adalah seorang pahlawan yang tidak akan goyah hanya oleh perlkuan seperti itu. Beliau tidak akan menghukum atau marah karena hal sepele itu.
Beliau adalah orang yang lapang dada, kuat, bisa menahan perasaan, dan selalu senyum dalam keadaan yang paling sulit sekalipun. Beliau selalu memikirkan akibat sebelum melakukan sesuatu.
Toh, apa gunanya beliau berteriak ata mengusir pria tersebut? Apakah akan  membuat memar dileher beliau sembuh? Ataukah akan membuat Arab Badui itu menjadi lebih beradap? Tidak.
Kalau begitu cara yang beliu tak tepat dijadikan contoh dalam kesabaran serta keramahan.
Memang benar, dalam beberapa persoalan kita terkadang marah dan emosi. Padahal, solusi yang sebenarnya betul-betul bertolak belakang dengan sikap kita. Yaitu, kita mesti menyelesaikannya menggunakan perasaan, kelembutan, senyuman, prasangka baik, menahan amarah, dan berusaha meraih simpati orang lain.
Tepat sekali apa yang telah beliau SAW sabdakan. “kekuatan itu bukanlah dengan bergulat, namun, orang kuat adalah orang yang bisa menahan dirinya ketika marah”.
Nabi SAW, adalah seorang yang mulia. Beliau bisa menarik perhatian orang lain dengan senyuman serta keceriaan beliau.
Para sahabat pergi menuju Perang Khaibar. Di tengah-tengah pertempuran, sebuah kantong kulit berisi lemak jatuh dari salah satu benteng orang-orang Yahudi.
Kantong tersebut diambil oleh Abdullah ibn Mughaffal r.a. Dengan senang hati. Dia lalu membawanya kekemah tempatnya berkumpul dengan beberapa orang rekannya.
Tindakannya itu rupanya diketahui oleh petugas yang mengumpulkan serta menertibkan harta rampasan perang. Petugas inipun langsung merebut kantong tersebut sambil berkata, “berikanlah kepadaku untuk dibagikan kepada kaum muslimin”.
Abdullah tetap bersikukuh, memegangnya dan menolak, “tidak” demi Allah, aku tidak akan menyerahknnya. Akulah yang mendapatkan, “berikan kepadaku”.
Keduanyapun saling tarik-menarik berebut kantong lemak itu. Pada saat itu, Rasululah lewat dan melihat kedua orang itu sedang tarik menarik sebuag kantong.
Beliau tersenyum dan berakata kepada petugas yang mengumpulkan harta rampasan perang, “iarkanlah dia dengan kantongnya”. Akhirnya petugas itu melepaskannya. Abdullah langsung pergi menuju kemah dan teman-temannya lalu mereka memakan lemak itu bersama-sama. (di kutip dari buku enjoy your life)

cara merawat rambut rontok

Jika Anda memiliki waktu luang ketika liburan seperti ini, mungkin Anda bisa mencoba perawatan rambut di rumah tanpa harus mengantre di salon langganan.

Penggunaan bahan-bahan alami juga bisa membantu memperbaiki rambut rusak.

Seperti dilansir dari Timesofiindia, Rabu (26/12/2012), berikut tips merawat rambut di rumah tanpa harus pergi ke salon.

Rambut normal

Ambil secangkir bubuk Amla atau KLSLM, yang biasanya terdapat di toko-toko kosmetik India. Tambahkan dua sendok makan minyak jarak dan satu telur, campurkan semuanya dan oleskan pada rambut dan kulit kepala. Diamkan selama 30 menit sebelum keramas.

Rambut Kering

Untuk Rambut kering, gunakan selalu kondisioner setelah keramas.

Campurkan multani mitti (campuran 2 sendok tepung, 1 sendok susu mentah, 6 tetes air jeruk nipis dengan beberapa tetes minyak zaitun) dan tambahkan dua sendok makan minyak kelapa dan kuning telur. Oleskan pada kulit kepala dan biarkan selama setengah jam, baru bersihkan dengan shampo.

Rambut berminyak

Buatlah campuran dari satu cangkir bubuk henna dan satu sendok makan air jeruk nipis. Tambahkan satu putih telur. Oleskan campuran ini pada rambut, biarkan selama setengah jam dan kemudian sampo.

Jangan mencuci rambut Anda dengan menggunakan air panas karena dapat menyebabkan pengelupasan kulit kepala. Gunakan air hangat dan keramas satu hingga dua kali seminggu.

Sesekali juga boleh mengoles minyak zaitun pada rambut Anda terutama di ujung dan tengah rambut. Tunggu sekitar 2 jam baru keramas.

Rambut ketombe

Tambahkan 1 sendok teh kapur barus dan setengah cangkir minyak kelapa. Simpan dalam wadah kaca dan pijat ke kulit kepala sebelum tidur.

Untuk rambut berketombe, Gunakan shampo dan kondisioner rambut secara terpisah. Kondisioner hanya digunakan pada ujung rambut selama 10-15 menit untuk mencegah rambut kering dan rontok.

Cara lain juga bisa mencampur satu jus lemon dengan dua sendok minyak kelapa. Pijat ke akar rambut secara teratur. Cuci dengan air hangat setelah tiga sampai empat jam atau biarkan semalaman, kemudian cuci bersih rambut.

Rambut rontok

Pijat akar rambut dengan santan segar bisa bermanfaat dalam mengobati rambut rontok. Biarkan selama 15 sampai 20 menit dan dibilas, kemudian Anda bisa keramas. (FIT/IGW)

pentingnya sholat

"Shalat" merupakan salah satu sarana yang paling utama dalam hubungan antara "manusia" dengan Allah SWT., hubungan yang sangat dibutuhkan oleh jiwanya."


"Shalat" mempunyai kedudukan yang sangat mendasar dalam Islam, yang tidak bisa disejajarkan dengan ibadah-ibadah yang lain. "Shalat" bukan hanya sekedar kewajiban, yang apabila tidak dilaksanakan akan berdosa dan masuk neraka, melainkan juga merupakan kebutuhan secara ruhani maupun jasmani, individu maupun masyarakat.

"Shalat" merupakan salah satu sarana yang paling utama dalam hubungan antara "manusia" dengan Allah SWT., hubungan yang sangat dibutuhkan oleh jiwanya. Hubungan tersebut tidak harus dibuktikan dengan terpenuhinya permohonan seseorang yang melakukan "Shalat". "Manusia" membutuhkan "Shalat" kecuali jika naluri ke"manusia"an mereka mengalami perubahan yang tidak kita ketahui atau tidak kita duga.

Allah SWT. telah mewajibkan "Shalat" terhadap kaum muslimin untuk menyampaikan pujian, karena memang Dia berhak untuk mendapatkan pujian dan terima kasih atas segala nikmat-Nya yang tidak terhingga. Sebagaimana Dia telah mewajibkan "manusia"  untuk mengingat perintah-perintah-Nya, dan supaya "manusia" dapat memohon pertolongan melalui "Shalat"  tersebut untuk meringankan beban kesulitan serta cobaan yang dialami oleh "manusia" dalam menjalani kehidupan di dunia.

"Shalat"  ibarat strum aqi, alat penghimpun tenaga listrik. Apabila aqinya baik, maka baik pula jalannya mesin. Begitu juga dengan "Shalat" , apabila "Shalat"  telah selesai dilaksanakan, maka tenaga akan pulih kembali dan akal pikiran akan menjadi lebih jernih.

Kedudukan "Shalat" , urgensi, peran dan juga fungsi "Shalat"  dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. "Shalat"  adalah tiang agama, yang agama tidak akan dapat berdiri tegak kecuali dengan "Shalat".
Hal ini sebagaimana Hadits Riwayat Tirmidzi, yang artinya:
'Pokok urusan ialah Islam, sedang tiangnya adalah "Shalat", dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.'  

2. "Shalat" merupakan ibadah pertama yang diwajibkan oleh Allah SWT.
 Perintah "Shalat" kepada kaum muslimin yang diwajibkan di Mekkah sekitar satu setengah tahun sebelum hijrah, bahkan merupakan satu-satunya ibadah yang diwajibkan di langit pada malam Isra' dan Mi'raj saat terjadi pembicaraan langsung dari Allah kepada Rasul-Nya tentang kewajiban "Shalat". Ini merupakan bukti tentang adanya perhatian dari Allah SWT akan pentingnya kedudukan "Shalat".

3. "Shalat" merupakan wasiat terakhir Rasulullah SAW.
Sebagaimana Hadits Riwayat Ibnu Majah, Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud dan Nasa'i, yang artinya:
Dari Anas bin Malik ra. ia berkata:
 'Mayoritas wasiat Rasulullah SAW. ketika detik-detik terakhir beliau akan wafat (bahkan sampai saat) nyawa beliau sudah di tenggorokan adalah (peliharalah) "Shalat" dan hamba sahaya yang kamu miliki.'

4. "Shalat" adalah ibadah yang pertama kali dipertanggung-jawabkan nanti di akhirat.
 Sebagaimana Hadits Riwayat Ahmad dan Para Penulis Kitab as-Sunan, yang artinya:
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAWn bersabda:
'Sesungguhnya yang pertama kali dihisab dari amal perbuatan "manusia" nanti di hari kiamat ialah "Shalat". Allah berfirman (pada hari itu) kepada para Malaikat-- sedangkan Dia (Allah) Maha Mengetahui: 'Periksalah "Shalat" hamba-Ku, apakah ia menyempurnakannya atau menguranginya?'. Maka jika "Shalat" yang dikerjakannya itu sempurna, akan ditetapkan sebagai "Shalat" yang sempurna baginya, tetapi jikalau terdapat kekurangan, Allah berfirman: 'Periksalah! Apakah hamba-Ku itu mengerjakan "Shalat" sunat?' Dan jika hamba itu memiliki ibadah sunah, maka Allah berkata: 'Cukupkanlah (sempurnakanlah) kekurangan "Shalat" fardlu hambaKu itu dengan "Shalat" sunatnya. Kemudian amal-amal itu diperhitungan berdasarkan yang demikian itu.'

Hadits Riwayat ath-Thabrani, yang artinya:
Dari Abdullah bin Qurth, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
'Yang pertama kali dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah "Shalat". Maka jika baik, baiklah seluruh amalannya, sebaliknya, jika rusak, maka rusaklah semua amalannya.'

5. Meninggalkan "Shalat" dapat menjerumuskan ke dalam siksaan Allah di Akhirat.
Allah berfirman dalam Surat al-Muddatstsir, ayat 42-43:
'Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?': 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan "Shalat", dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin.'
Saqar adalah salah satu nama tempat penyiksaan (neraka) di hari kemudian. Menurut al-Qurtubi, berdasarkan satu riwayat yang dinisbatkan kepada sahabat Nabi, Ibnu Abas, Saqar adalah lapis keenam dari tujuh lapis neraka.

6. "Shalat" sebagai kontrol terhadap moral dan mental.
Menurut Hadits Riwayat Muslim, yang artinya:
Dari Jabir ra. berkata, bersabda Rasulullah SAW:
'Perumpamaan "Shalat" lima waktu seperti sebuah sungai dekat pintu rumah seseorang, yang airnya mengalir dan melimpah, dan ia mandi di sungai itu lima kali setiap hari.'

7. "Shalat" dapat mencegah pelakunya dari berbuat perbuatan keji dan mungkar.
Firman Allah dalam Surat al-Ankabut, ayat 45:
'Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah "Shalat". Sesungguhnya "Shalat" itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah ("Shalat") adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.'

8. "Shalat" sebagai sarana untuk mohon pertolongan kepada Allah.
Firman Allah dalam Surat al-Baqarah, ayat 153:
'Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) "Shalat" , sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.' 

9. "Shalat" dapat meredam kebencian.
Firman Allah dalam Surat al-Baqarah ayat 109-110:
'Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan dirikanlah "Shalat" dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.'

10."Shalat" dapat menghapuskan kesalahan.
Firman Allah dalam Surat Hud ayat 13-114, yang artinya:
'Dan laksanakan  "Shalat" pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuata yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.'

Hadits Riwayat Muslim, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
"Shalat" yang lima, Jum'at yang satu hingga Jum'at berikutnya dan Ramadhan yang satu hingga Ramadhan berikutnya menghapuskan kesalahan yang terdapat diantaranya, jika menjauhi dosa-dosa besar.'

Penghapusan dosa-dosa adalah merupakan balasan yang besar dan rahmat yang luas dari Allah, sebagai penutup dari kekurangan, kelemahan dan keterbatasan. Tetapi dosa-dosa yang dapat dihapus oleh Allah melalui "Shalat" adalah dosa-dosa kecil, yang kita sulit terhindar darinya dan hampir setiap saat dilakukan. Sedangkan dosa-dosa besar hanyalah dapat dihapus dengan jalan bertaubat, mohon ampun kepada Allah dengan segenap penyesalan, dan bertekad tidak akan mngulanginya lagi.

11.Dengan "Shalat" dapat memperoleh rahmat.
Dalam firman Allah SWT dalam Surat an-Nur ayat 56:
'Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kemada rasul, supaya kamu diberi rahmat.'

Curahan rahmat Allah di dunia berupa terhindar dari kerusakan, penyimpangan, ketakutan, kekhawatiran, kesesatan dan lain sebagainya akan senantiasa tercurah kepada hamba-hamba yang selalu menjalin hubungan dengan-Nya, meluruskan hati dengan mendirikan "Shalat", menguasai sifat bakhil dan kikir, mensucikan jiwa dan jama'ah dengan menunaikan zakat, mentaati Rasulullah dan ridha dengan keputusan hukumnya. Dan di akhirat nanti akan terbebas dari kemurkaan, azab, dan penyiksaan.

12.Dengan "Shalat" dapat memperoleh keberuntungan.
Allah berfirman dalam Surat al-Mukminun ayat 1-2, yang artinya:
'Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam "Shalat"nya.'

Ayat di atas menyatakan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin yang mantap imannya dan mereka membuktikan kebenarannya melalui amal-amal saleh, seperti "Shalat" yang khusyu', berpaling dari perbuatan sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kemaluan, memelihara segala amanah dan janji, senantiasa memelihara dan menjaga "Shalat" pasti memperoleh keberuntungan.

13. "Shalat" merupakan perniagaan yang laba dan keuntungannya tidak ada tandingannya.
Motivasi "manusia" beribadah kepada Allah sangatlah beragam, ada yang melakukannya sebagai perlakuan hamba sahaya kepada tuannya, dia melakukan aktivitas karena takut menerima hukuman, ada juga seperti pelaku bisnis yang selalu memperhitungkan untung dan rugi, dan ada lagi yang terdorong oleh cinta, bagaikan cinta ibu kepada anak-anaknya, atau bagaikan seorang pecinta kepada kekasihnya.

Ayat di bawah ini seakan-akan tertuju kepada para pelaku bisnis yang selalu mempertimbangkan untung dan rugi dalam setiap usaha yang dilakukan. Untuk mereka yang tidak ingin melakukan aktivitas kecuali bila memperoleh keuntungan, Al-Qur'an juga merespon mereka dengan menawarkan satu perniagaan yang tidak mengenal kerugian, penipuan, dan kecurangan lainnya, yaitu firman Allah dalam Surat Fathir ayat 29-30, yang artinya:
'Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan "Shalat" dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.'

14."Shalat" dapat membebaskan diri dari keluh kesah.
Allah berfirman dalam Surat al-Ma'arij ayat 19-23, yang artinya:
'Sesungguhnya "manusia" diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan "Shalat", yang mereka itu tetap mengerjakan "Shalat"nya.'

Ada tiga sifat "manusia" yang digambarkan oleh ayat di atas:
a. Cepat gelisah.
b. Keluh kesah ketika ditimpa suatu musibah.
c. Sangat kikir apabila mendapat nikmat.

"Shalat"   yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan senantiasa memelihara dan menjaganya adalah "Shalat" yang tidak pernah terputus dengan meninggalkannya karena sembrono atau malas. Dengan senantiasa melaksanakan ini, berarti ia terus menerus berhubungan kepada Allah tanpa pernah terputus. Rasulullah SAW. selalu melakukan suatu ibadah dengan mantap, yakni konsisten dan berkelanjutan. Sebagaimana Hadits Riwayat Muslim, yang artinya:
'Amalan yang paling disenangi Allah ialah yang dilakukan secara berkesinambungan meskipun sedikit.'

"Shalat"   yang dilaksanakan seperti ini akan mendatangkan buah dan hasil yang tiada ternilai dalam kehidupan, terutama bila dilakukan secara rutin dan berjamaah, diantaranya adalah:
a. Dapat meredam kegelisahan, duka-nestapa dan keluh kesah.
b. Dapat melunturkan sifat tamak dan serakah yang bersarang pada diri.
c. Dapat meluluhkan sifat egois yang mengakibatkan tidak peduli kepada orang lain.

15."Shalat" Mendidik "Manusia" Untuk Berdisiplin dan Mematuhi Peraturan.
Allah berfirman dalam Surat an-Nisa' ayat 103, yang artinya:
'Jika kalian telah melaksanakan "Shalat" maka ingatlah Allah dalam keadaan berdiri, duduk, ataupun tidur. Jika kamu telah tenang maka laksanakanlah "Shalat" , sesungguhnya "Shalat"  itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.'

"Shalat"  adalah kewajiban atas setiap muslim yang telah ditentukan waktunya, yakni Subuh, Dzuhur, 'Ashar, Maghrib dan 'Isya. Masing-masingnya telah ditetapkan oleh Allah kepada Rasul-Nya melalui malaikat Jibril, sekembalinya dari perjalanan Isra' dn Mi'raj.

Adanya waktu-waktu untuk "Shalat" dan aneka ibadah yang ditetapkan Islam mengharuskan adanya pembagian teknis menyangkut masa (dari milenium sampai ke detik). Ini pada gilirannya mengajar ummat agar memiliki rencana jangka pendek dan panjang, serta menyelesaikan setiap rencana pada waktunya.

Disamping kaum muslimin diperintah menunaikan "Shalat"  pada waktu yang telah ditentukan, maka tata cara, tata laksana, dan tata krama harus juga sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. sebagaimana sabda Rasulullah yang dijelaskan dalam Hadits Riwayat Bukhari:
"Shalat"lah kamu sebagaimana kamu melihatku "Shalat".

Hadits di atas menekankan betapa pentingnya nilai disiplin kepada tata cara, tata laksana dan perincian-perincian "Shalat"  yang sudah dituntunkan oleh Rasulullah. Apalagi jika "Shalat"  itu didirikan dalam jamaah. Di mana dalam "Shalat"  jamaah ini mutlak diperlakukan disiplin dan kepatuhan kepada imam yang mengimami para makmum. Demikian disiplin yang ditekankan dalam "Shalat" , terutama dalam "Shalat"  berjamaah, sehingga oleh ulama-ulama fiqih ditandaskan, bahwa orang-orang yang mendahului imam "Shalat"nya batal, atau paling tidak pahala jamaahnya hilang.  

cerpen aborsi


Aku lahir dari rahim malam yang menyelusuri lorong kegelapan sebuah vagina . Hasil persenggamaan penis yang menyemburkan jutaan sperma ranggas yang berlomba menuju sebuah ovum matang. Spermatozoa gesit seperti kecebong pertama kali meretakkan kulit ovum seperti sebuah sendok mengetuk kulit telor setengah matang. Spermatozoa itu menyatu terkocok dengan ovum seperti adonan kue bolu yang mengembang tanpa membutuhkan tambahan maizena, mentega cair atau vanili. Sungguh adonan yang mengembang sempurna. Lalu adonan itu matang di dalam oven hangat yang disebut rahim. Maka namaku bukan lagi ‘adonan’. Tetapi disebut zygot.
Sebagai zygot muda, aku mengikuti semua gerak dinamis tubuh ibuku. Aku menyerap semua inti sari hidup darinya. Tetapi aku kerap mengisap sari-sari getir yang mengalir dari aorta darahnya, dari denyut jantungnya, dari kemarahannya yang menggumpal di hulu hati. Waktu terus membentukku menjadi embrio. Hampir lengkap anatomi tubuhku sehingga aku bukan sekedar bisa merasa. Tetapi juga mendengar segala sumpah serapah dan perdebatan yang ternyata kemudian berakhir dengan isak. Kurasakan isak itu lebih menyakitkan daripada jeritan.
Bila jeritan adalah kawah bergejolak yang kemudian meletus dan menyembur. Tetapi isak hanya seperti kepundan magma menggelegak yang menyesakkan. Siapa yang bisa tahan?
“Kamu bodoh! Bego! Tolol! Goblok!”
“Kamu dungu! Bebal!”
“Kamu anjing!”
Oh!
“Kamu kambing!”
Ah...
Maka aku bertanya kepada ari-ari yang menjadi kembaranku.
“Apakah ibu kita putri Dayang Sumbi yang begitu malas mengambil alat tenunnya yang terjatuh sehingga kawin dengan si Tumang, anjing dewa yang terkena supata?” Ari-ariku menjawab, “bukan. Ibu kita bukan Dayang Sumbi yang mengawini anjing. Justru ibu kita adalah anjing yang setia mengiringi gembala yang menggembalakan kambingnya. Dan salah satu kambing gembala itulah bapak kita. Dia adalah kambing paling bebal dan dungu. Ditarik kepalanya ia justru berjalan mundur, tetapi didorong untuk mundur, ia malah berjalan maju.” Aku takut, akan menjadi embrio macam apakah aku bila ibuku anjing dan bapakku kambing?
Si ari-ari seakan-akan tahu ketakutanku. Bukankah kami memang satu rasa. Maka ia berkata “lima belas tahun yang lalu aku adalah ari-ari seorang anak yang lumpuh dan bisu. Ia hasil persenggamaan dari bapak yang bisu dan ibu yang lumpuh. Di kampung itu, semua orang kasihan kepada si perempuan lumpuh itu dan berusaha mencarikan jodoh. Maka dijodohkannyalah dengan laki-laki bisu itu. Laki-laki bisu itu adalah seorang juru masak. Orang-orang berpikir, biar pun bisu, ia bisa bekerja mencari uang, dan dengan memiliki seorang istri, ia akan mendapatkan keturunan. Semoga anak mereka berdua terlahir sempurna dan bisa
menjadi sandaran hari tua. Tetapi entah kutuk apa yang menimpa. Tidak tahu karma apa yang berbuah. Anak mereka lumpuh sekaligus bisu. Sampai usia belasan tahun tidak bisa bicara dan tidak bisa berjalan. Karena ibunya lumpuh, tidak bisa mengurusnya dengan leluasa, maka agar tidak merepotkan, orang-orang kampung membuatkan celana yang robek di bagian pantatnya. Jadi bila ia ingin berak, kotorannya akan keluar sendiri dari bagian yang sobek itu tanpa perlu repot berganti-ganti celana. Setiap hari ia tetap bermain di tanah kotor dengan pantat melekat di tanah bercampur kotoran yang belum dibersihkan. Bahkan kadang, saat tidur pun, ia cuma dipindahkan ke balai-balai, saat ayahnya pulang
kecapekan.”
“Anak itu mahir meludahi orang. Karena hampir semua orang kampung mengolok-oloknya. Orang-orang kampung menghinanya karena dia tidak bisa bicara dan cuma bisa merangkak. Tidak ada satu pun anak-anak seusianya mau bermain dengannya. Kalau pun ada, juga hanya sekedar mengejeknya dan melemparinya dengan kerikil. Terkadang ada tetangga memberinya nasi sisa. Tetapi lebih banyak bukan karena kasihan tetapi karena menghinanya. Dia bukan anak dewa. Jadi sudah tentu dia bisa marah. Tetapi ia tidak bisa bicara. Maka ia mulai belajar meludahi orang-orang yang mengejeknya dengan mata seperti bara. Ia meludahi anak-anak yang melemparinya dan orang-orang yang menertawakannya, juga meludahi nasi sisa yang diberikan untuknya. Semakin lama ia semakin pandai meludah. Ia bisa meludah cukup jauh dan mengenai tubuh orang yang dijadikannya sasaran. Maka orang-orang semakin mempermainkannya. Orang-orang mengejeknya, lalu lari untuk mengukur kemampuannya meludahnya sampai sejauh mana.”
“Suatu hari, seorang gadis lewat di kampung itu dan melihatnya. Ia berbelas iba dan memberikan uang jajan untuk membeli kue atau permen. Tetapi karena sudah terbiasa dihina maka ketika gadis itu mendekatinya, ia langsung meludahi gadis itu. Gadis itu terperanjat dan melompat mundur. Serentak orang-orang kampung yang duduk-duduk hendak memukuli anak itu. Tetapi si gadis mencegahnya. Akhirnya orang-orang kampung memaki-makinya sebagai anak bisu lumpuh yang tidak tahu diri.”
“Anak itu menangis dan berkata kepadaku bahwa ia sangat tahu diri. Yang tidak tahu diri adalah orang-orang kampung yang menghinanya. Ia tahu bahwa ia bisu dan lumpuh. Ia tahu bahwa ayah dan ibunya juga sepasang manusia cacat. Tetapi apakah ia bisa memilih ia akan menjadi apa dan harus lahir seperti apa? Lalu ia berkata, kalau ia boleh memilih, ia ingin menjadi anak gadis itu di kelahiran berikutnya.”
“Anak itu tidak berumur panjang. Ia meninggal ketika berumur sebelas tahun karena disentri. Bagaimana tidak? Anusnya selalu kotor karena campuran kerak-kerak tahi yang mengering dan debu tanah tempat ia duduk, karena celananya dibuat berlubang di bagian pantat dan tidak ada orang yang mengurus kebersihannya. Ia tetap berkata kepadaku, ingin lahir kembali sebagai anak gadis itu. Dan aku sekarang menjadi ari-arimu,” katanya bercerita.
“Apakah aku adalah anak itu? Apakah ibu kita ini adalah gadis itu?”
“Tidak tahu. Itu rahasia Sang Hidup. Sebelum nafas dihembuskan ke dalam tubuhmu, kau hanyalah sesuatu. Tidak tahu siapa yang akan menghuni tubuhmu. Sekarang jagad sedang membentuk wadahmu. Sampai saatnya nanti, ketika Sang Hidup mendorongmu untuk lahir dengan memberikan hembusan nafasNya, maka kau akan lupa siapa dan bagaimana masa lalumu. Kau telah mempunyai wadah yang baru.”
“Suatu kehidupan adalah berkat bagi yang memilikinya. Kehidupan yang harus dijaga dengan baik. Lidah mempunyai kekuatan supata untuk mewujudkan apa yang ada di alam pikiran. Hukum tabur tuai. Menabur angin akan menuai badai. Menabur bunga akan menuai wangi.”
“Semula kupikir, akan menyenangkan menjadi ari-ari calon bayi dari dua orang yang saling mencintai. Aku capek menjadi ari-ari anak lumpuh dan bisu. Tentunya akan lahir bayi cantik berpekerti santun dari rahim yang kaya welas asih. Tetapi, aku tidak menyangka, kalau ternyata bapak dan ibu kita sangat mahir bersumpah serapah. Aku pekak dengan maki-makian yang mereka tabur. Tidakkah mereka takut mulut mereka akan menjadi kutuk? Dayang Sumbi, Roro Jongrang, Dewi Kunti, semua perempuan-perempuan yang memamah sumpah. Kenapa mereka juga melakukannya? Lalu mereka mulai lagi.
“Kamu memang anjing! Berisik! Apakah tidak bisa diam? Kamu membuat semuanya terbongkar! Sudah kukatakan jangan menelpon dan jangan sms. Kamu mengerti nggak sih?! Ponselku disita dan dikantongi istriku terus, tau?!”
“Biar! Biar! Kondisi ini sudah berapa lama? Terus menerus begini. Mau apa?! Kamu yang kambing dungu! Mengurus sebuah ponsel saja tidak becus! Aku mau muntah mendengar cerita ponsel disita dan dikantongi terus menerus! Apa perlu aku mengirim ponsel satu container? Makan tuh ponsel! Kalau perlu sumpalkan ponsel itu ke mulutnya!”
“Katanya, kamu tidak tahu malu merebut suami orang.”
“Suaminya yang mau sama aku!”
“Siapa bilang aku mau sama kamu?”
“Buktinya kamu mencariku!”
“Ini kamu yang mencari-cari aku!”
“Aku hamil! Ini masalah jabang bayimu!”
“Sudah kukatakan..., kemungkinan terburuk apa pun yang akan terjadi, jangan sampai kesalahan itu ada di pihakku. Kamu jangan mempersulit aku. Ini masalah harga diriku.”
“Baiklah..., kalau kau tidak mau anak ini, buang saja...beres...”
Lalu kurasakan tubuh yang kuhuni bergetar karena isak.
Si ari-ari berkata, “begitulah bapak kita..., ia kambing tapi menggonggong. Si dungu tua dan bebal. Ia menyuruh ibu kita diam, tetapi ia sendiri melolong-lolong di sepanjang lorong menyeruduk semua gentong. Tetapi sesungguhnya ia jenius sekali. Ia bisa seperti kalong membolak balik cerita dari ujung ke ujung, atas ke bawah dijungkirkan sehingga kedengarannya masuk akal. Kaki di atap dan kepala di kolong. Walau pun salah dan bohong ia tetap berlaku seperti cukong padahal sebetulnya kantong kosong.”
“Begitu juga dengan istrinya. Ia seperti kingkong. Suka menjerit, melempar, menendang dan membanting. Mulutnya seperti jerangkong. Tukang mengadu kambing dan jual beli omong kosong. Bibir atasnya sampai ke langit dan bibirnya bawahnya sampai ke samudra. Ia bisa menghisap apa saja termasuk menghisap uang sampai dompet bolong. Sebetulnya mereka adalah pasangan yang sempurna. Dua sejoli yang kompak kongkalikong. Banyak yang menertawakan. Tetapi mereka tidak pernah malu karena wajahnya sudah pindah ke bokong. Bagi mereka, itu adalah prestasi yang seharusnya disokong dan didorong.”
Rahim yang kuhuni rasanya sesak menggelegak oleh amarahku yang meledak-ledak. Aku merasa seperti Hanoman, kera kecil yang lahir dan dibesarkan oleh alam. Aku hanya anak bajang yang jauh dari sempurna, tak kuasa memilih kehidupanku. Sang Hidup lah yang memilihku tumbuh dari benih laki-laki yang otaknya membusuk karena hanya mencari untung, menang dan benar semata. Sang Hidup lah yang menyemaiku menempel di dinding rahim yang terpilin seperti cucian, terperas seperti orange juice di juicer, teraduk seperti adonan di mixer. Rahim ini sangat tidak nyaman karena setiap saat digoncangkan oleh isak dan gumpalan rasa kecewa yang menohok beku tetapi tidak bisa mencair.
Kurasakan sedu sedan yang disimpan dalam tiap hela nafas ibuku. Karena ia mencintai bapakku tanpa berkesudahan. Seluruh hatinya habis tak tersisa sampai ia menjadi penikmat lara merana papa. Setiap denyar darahnya hanya mengalirkan perih ke aku yang mulai membentuk. Bagaimana aku tidak merasakan perih yang sama menikamku sehingga lelah untuk menjadi embrio yang sempurna? Tiba-tiba kurasakan ada yang menyedotku dengan sangat keras. Dengung vacum cleaner mengaung-gaung memaksaku untuk lepas dari dinding rahim tempat aku menempel. Menarikku dari placenta tempat aku bernafas. Memisahkanku dengan ari-ariku. Menjadikan aku satu kesatuan dengan kuman dan kutu busuk. Darah mengelegak. Air membuncah. Jemariku gelalapan. Aku menggeliat, menggapai, menendang, memegang. Oh, begitu teganyakah ibuku?
Kata Sang Hidup, Tuhan di dunia adalah ibu. Aku baru saja hendak menghirup udara untuk memenuhi paru-paruku setelah bersemayam di rahim yang penuh gejolak. Aku menghisap sari tubuhnya. Aku mahluk bernyawa di dalam tubuhnya. Aku hanya dibentuk dari sebiji kacang hijau kecil yang tidak berdaya dan sangat tergantung kepadanya. Tetapi ia sekarang ingin mencungkilku! Sedotan itu menderu-deru seperti baling-baling pesawat tempur. Aku terputar-putar dan terkocok-kocok seperti di dalam mesin cuci. “Ia kuat. Posisinya sulit sekali,” kudengar suara seseorang. Sudah pasti!
Sang Hidup memberiku cikal bakal kehidupan yang sangat berharga. Sudah seharusnya aku mempertahankannya. Ini adalah hidupku, nafasku, tubuhku, rohku. Aku satu kesatuan dari kakang kawah, adi ari-ari, getih (darah) dan puser (pusar) yang diberikan Sang Jagad. Biarkan sempurna sampai pada saatnya. Jangan dicungkil, jangan disedot, jangan dihisap, jangan dibuang. Aku memang lahir dari sebuah dosa. Jangankan bapak dan ibuku yang manusia biasa, sang begawan Wisrawa pun menyetubuhi Dewi Sukesi, idaman anaknya. Cikal bakal angkara murka muncrat dari sana. Walau pun Dewi Sukesi lahirkan darah yang menjadi Rahwana, telinga yang menjadi Kumbakarna, dan kuku yang menjadi Sarpaneka. Suatu dosa yang bulat utuh. Tetapi Dewi Sukesi tidak memblender anak-anaknya yang lahir dari pikiran, ucapan dan tindakan yang buruk.
Biarkan aku menjadi utuh dari bagian jagad, ibu..., walau pun aku terbentuk dari segumpal penyesalanmu dan tumpukan sumpah serapah. Apa pun bentukku, aku anakmu. Apa pun rupaku, akulah bagianmu dan laki-laki berotak busuk itu. Jangan biarkan aku juga membusuk laksana zombie. Aku ingin mekar seperti fajar. “Ini sudah saatnya! Tetapi dia tidak mau bekerja sama. Ia bisa membahayakan ibunya. Lihat, ibunya sudah tidak bernafas.”
Apa?! Aku tersentak.
“Inikah saatnya?” aku bertanya kepada ari-ariku. Ari-ari ku tidak menjawab. Tetapi ia bergelung memelukku menjadi satu bagian denganku. Ia empuk dan hangat, membuatku merasa lebih tenang. Setidaknya, aku tidak merasa sendiri menyongsong kehidupan. Aku memejamkan mata. Pasrah dan menyatu dengan Sang Hidup. Air kehidupan ibuku yang menjadi saudaraku kakang kawah (ketuban) dan getih (darah) pun membuncah. Placenta yang melilit terlepas menemaniku menjadi pusarku. Tidak ada ejanan dan kontraksi lagi karena rahim ini sudah terlalu lelah. Yang terasa sedotan alat seperti vacum cleaner itu semakin kuat. Lalu ada tenaga dashyat yang mendorong pantatku. Dari sebuah papan seluncur aku meluncurrrrrrrr....
Bukkkkk...
“Astaga! Ia berkepala kambing!!!” suara-suara gaduh.
Sepasang tangan cepat mengangkat kakiku ke atas dan menepuk pantatku.
Ari-ariku berkata. “Cepat! Bersuaralah..., hidupmu dimulai di sini...”
“Aungggg....” aku melolong.
Aku moksa!

Obat herbal

Mengobati penyakit radang paru-paru melalui Cara Alami Mengobati Radang Paru-Paru dengan mengkonsumsi Ace Maxs sebagai Obat Alami Radang Paru-Paru memang pilihan yang sangat tepat sekali, Karena Ace Maxs merupakan obat herbal multi khasiat yang terbuat dari keseluruhan bahan alami yang bahan utamanya terbuat dari perpaduan ekstra kulit manggis dan daun sirsak, yang dimana kedua bahan tersebut telah terbukti serta teruji secara klinis mempunyai khasiat yang sangat baik sekali untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti kanker, infeksi, peradangan, dan lain-lain. Sehingga Ace Maxs sangat tepat sekali apa bila dijadikan sebagai Obat Alami Radang Paru-Paru.
Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa suatu penyakit sangat sulit sekali untuk disembuhkan, seperti halnya dengan Penyakit Radang Paru-Paru yang memang sangat membahayakan kesehatan tubuh. Akan tetapi semua pernyataan seperti itu tidaklah benar. Karena walau bagaimanapun semua jenis penyakit pastinya bisa diobati dan disembuhkan dengan berbagai macam jenis cara yang tergantung dari kita bagaimana cara mengobati serta cara menyembuhkannya. Penyakit radang paru-paru memang tergolong penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengancam jiwa para penderitanya, penyakit yang satu ini juga tidak boleh dianggap remeh dan jangan dibiarkan begitu saja, karena apabila penyakit ini dibiarkan begitu saja dapat berakibat sangat patal. Maka dari itu segeralah atasi dengan mengkonsumsi Ace Maxs sebagai Obat Alami Radang Paru-Paru yang terbukti mempunyai khasiat mampu mengobati penyakit radang paru-paru hingga tuntas sampai ke akarnya. Beriktu penjelasan mengenai penyakit radang paru-paru dan khasiat bahan utama Ace Maxs sebagai Obat Alami Radang Paru-Paru.