Senin, 04 Maret 2013

cerita khayalan

Dahulu kala disebuah desa kecil terdapat sebuah keluarga bahagia. Walaupun mereka hidup dalam kemiskinan, mereka tetap bahagia. Sebut saja namanya Yoga. Ia bekerja sebagai petani. Ia mempunyai seorang istri yang bernama Ani. Mereka berdua orang yang sangat bekerja keras. Setiap hari Ani membantu suaminya bertani.
Satu tahun telah berlalu dan kebahagiaan mereka pun bertambah. Ani melahirkan bayi perempuan yang sehat. Bayi perempuan itu bernama Merry. Bukan hanya itu saja kebahagiaan mereka. Hasil panen mereka juga bagus semuanya. Setiap hari mereka lalui dengan gembira dan bahagia.
Tak terasa mereka bertiga menjalani kehidupan yang bahagia dan suka cita telah enam tahun berlalu. Anaknya Merry juga telah menginjak umur enam tahun. Merry juga sudah mulai membantu bantu diladang. Karena mereka tidak mempunyai biaya, Merry tidak bisa sekolah. Sehingga akhirnya ibunya mengajari Merry membaca dan menulis saja.
Musim telah berganti. Dari musim semi ke musim gugur. Kehidupan diladang menjadi tidal mudah. Padi yang ditanam oleh Yoga semuanya mati. Tanah diladangnya tidak subur lagi. Yoga pun bingung harus bagaimana dan melakukan apa. Setiap hari Yoga duduk melamun dan tidak melakukan kegiatan apa – apa. Ani tidak tega melihat suaminya begitu terus. Dan akhirnya dengan uang yang sedikit ia mulai membuat kue coklat dan menjualnya. Merry membantu ibunya berjualan kue coklat. Kue coklat itu dibuat dengan rasa kasih dan sayang sehingga rasa kue itu menjadi nikmat. Mereka berdua berjualan kue coklat keliling kota karena didesa orang orangnya hanya sedikit. Jarak dari desa ke kota cukup dekat sehingga mereka berdua cukup jalan kaki saja untuk sampai ke kota.
Hari – hari berganti dengan cepat. Kehidupan keluarga itu tetap menjalani hari – harinya dengan kemiskinan. Suatu hari Yoga terserang penyakit aneh. Ia tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, tetapi ia masih tetap bisa bicara. Ia juga terserang demam yang sangat tinggi. Istrinya tidak bisa berbuat apa – apa selain berdoa kepada tuhan.
“ ayah cepatlah sembuh, nanti kalau sudah sembuh ceritakan aku sebuah cerita lagi “ ucap Merry. Ayahnya hanya tersenyum lembut. Ibunya menangis mendengar anaknya berbicara seperti itu, karena ia fikir tak lama lagi ayahnya meninggal. Ibunya membelai anaknya dengan penuh rasa kasih sayang.
Benar juga perasaan Ani. Yoga sudah tidak sanggup lagi menahan penyakitnya dan akhirnya ia pun meninggal dunia. Meninggalkan istri dan seorang anak perempuan yang berumur enam tahun.
Ani seorang diri bekerja sebagai penjual kue coklat demi untuk mencari sesuap nasi. Menjual keliling kota bersama anaknya Merry adalah satu – satunya kebahagiaan yang ia miliki.
“ ibu, apakah nanti kita bisa bertemu ayah lagi ?” ucap Merry “ ia sayang di kehidupan esok kita akan berjumpa dengan ayah “ ucap ibunya “ aku sedih ayah sudah tidak ada “ ucap Merry “ bergembiralah sayang, ayah mu selalu ada disisimu. Ia selalu melihatmu dari surgaNya dan ia selalu berdoa untuk mu agar kamu selalu sehat “ ucap Ani
Mereka menjajakan kue coklat buatan mereka kesetiap orang yang mereka jumpai. “ kue coklatnya paman. Kue coklat untuk menghilangkan kesedihan “ ucap Merry “ oh ya ? kebetulan paman sedang sedih, paman akan membeli sepotong. Siapa nama mu nak ?” ucap orang itu “ nama aku Merry. Terimakasih sudah mau membeli kue coklat ini “ ucap Merry “ kamu sangat baik, hati – hati dijalan ya nak “ ucap orang itu. Mereka berdua kembali menjajakan kue coklat buatan mereka. Mereka keliling kota hingga sore hari dan mereka kembali pulang kerumahnya.
Keesokan harinya mereka kembali menjajakan kue coklat kekota. Tetapi kesialan kembali menghampiri mereka. Saat sedang ingin menyebrang, Merry tertabrak mobil yang dikendarai oleh orang tua.
“ anakku bertahanlah aku akan membawamu ke puskesmas dekat rumah. Bertahanlah sayang “ ucap ibunya sambil menangis “ bu biar saya antar anak ibu kerumah sakit terdekat “ ucap orang itu “ saya tidak memiliki biaya untuk membawa anak saya kerumah sakit “ ucap Ani “ biarlah saya yang menanggung biaya rumah sakitnya “ ucap orang itu
Orang tua itu ternyata orang yang membeli kue coklat kemarin. “ anda baik sekali, saya tidak tahu harus berbuat apa “ ucap Ani “ tak apa, lagi pula saya telah menabrak anak ibu “ ucap orang itu
Lalu Merry langsung dibawa kerumah sakit terdekat. Ibunya tak berhenti dari doanya kepada tuhan untuk kesembuhan anaknya.
Mukjizat diturunkan oleh tuhan kepada Merry. Kesembuhan yang ditunggu oleh ibunya telah datang. Dan akhirnya Merry terbangun dari komanya yang panjang.
“ ibu, dalam mimpiku ayah selalu menemaniku kemana saja dan ia selalu menceritakan dongeng yang indah kepadaku “ ucap Merry “ ibu kan sudah bilang kepadamu ayah selalu menemanimu kapan saja “ ucap ibunya
Keesokan harinya orang tua itu datang kerumah sakit. “ owh, apakah paman yang waktu itu membeli kue aku ?” ucap Merry “ ia nak dan paman ingin meminta maaf karena paman telah menabrak mu hari yang lalu “ ucap orang itu “ tidak apa – apa paman. Oh iya bagaimana rasa kue coklatnya ?” ucap Merry “ hmm.. rasanya sangat menakjubkan. Kue coklat itu mendatangkan kebahagiaan untuk paman “ ucap orang itu “ maaf pak, besok kami harus pulang dan ingin berjualan lagi, saya tidak mempunyai biaya untuk menggantikan uang bapak karena membayar rumah sakit ini. Bagaimana kalau hasil penjualan saya tiap hari saya berikan untuk bapak ?” ucap Ani “ hoho, tidak usah bu. Tidak perlu.emm.. oh iya bagaimana kalau kalian tinggal dirumah saya saja ? saya merasa kesepian dan tidak ada yang menemani saya “ ucap orang itu “ maaf pak, saya tidak ingin menikah lagi. Terima kasih “ ucap Ani “ oh, maksud saya bukan untuk itu. Mungkin kalau ada Merry saya tidak merasa kesepian lagi “ ucap orang itu “ tapi bagaimana dengan rumah saya dan kue – kue saya ?“ ucap Ani “ nanti akan saya urus bagaimana nantinya “ ucap orang itu
Keberuntungan hinggap dikeluarga Merry. Keesokan harinya mereka tinggal dirumah orang itu. Orang itu membukakan took kue coklat untuk usaha mereka berdua. Tahun demi tahun berganti, dan took kue coklat mereka menjadi banyak dikunjungi orang banyak. Banyak pelanggan yang berdatangan dari luar negeri untuk mencicipi kue coklat itu. Kue coklat itu mampu membuat perasaan menjadi bahagia, sehingga banyak orang ingin merasakanya. Dan akhirnya Merry dan ibunya hidup bahagia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar